Related Posts with Thumbnails

Senin, 19 April 2010

Buah Hanya Tumbuh Di Cabang = Teori Usang

Sekitar sebulan lalu, ada seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Yogyakarta dan juga seorang pekebun buah naga berpengalaman yang memang saya tahu lebih lama dari saya menekuni budidaya buah naga.


Beliau-beliau ini berbicara panjang lebar tentang budidaya dan berbagai kendala yang umum ditemui dalam perawatannya. Salah satu yang menarik adalah pengaturan jumlah percabangan dan teori mereka yang mengatakan buah hanya tumbuh di cabang dan tidak mungkin tumbuh dibatang utama. Teori mereka juga mengatakan ada rumus baku dalam pengaturan percabangan, dan jika tidak jumlah buah tidak bisa maksimal.

Hal yang cukup menarik, karena saya juga belum pernah mencoba menumbuhkan buah pada cabang utama. Sambil bercanda saya menawarkan untuk membuktikan bahwa buah juga bisa dimunculkan dibatang, kemudian saya meminta mereka untuk datang dua atau tiga minggu kemudian.

Dan ternyata benar, memunculkan buah pada batang utama adalah hal yang mudah, semua itu tinggal permainan unsur pada pupuk aja. Mau memunculkan buah yang lebih besar atau lebih banyak juga bukanlah hal yang sulit, dan menurut pengalaman saya selama ini pengaturan jumlah percabangan juga tidak mempengaruhi jumlah buah yang dihasilkan, semakin banyak juga semakin baik tidak perlu dibatasi dengan hitungan rumus, semua tergantung rekayasa media tanam dan pemberian unsur pupuk yang perlu diperhatikan.

Begitu mereka datang mereka pun manggut-manggut dan memuji kalau saya orang yang cerdas, tapi saya bilang kepada mereka " bukan saya yang cerdas pak, tapi anda-anda ini yang tidak mau membuat inovasi dan terobosan baru dalam budidaya... he...he..." Lalu mereka bertanya caranya bagaimana? lalu saya menjawab " Saat ini hanya saya dan Tuhan yang tahu pak he...he.. silahkan bapak otak-atik sendiri".

Yah, mungkin itu bukanlah kisah yang menarik, tapi pelajaran yang bisa diambil adalah kelemahan terbesar para pelaku budidaya di Indonesia baik tanaman hias, tanaman buah atau tanaman pangan, mereka tidak pernah mau mencoba berkreatif dan mencari terobosan baru, contoh dulu ditanaman hias petani kita hanya bertahan dalam budidaya tradisional dan perkembangannya sangat jauh ketinggalan dari petani Thailand. Dan selamanya akan terus begitu, hanya mengimpor dari negara lain dan selalu kalah dalam memunculkan inovasi dan varietas baru dan akhirnya permainan harga betul-betul dikendalikan oleh pemain importir atau petani negara lain. So, mari kita mengejar mereka dan jadikan Indonesia maju di sektor agribisnis. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar